Gelandang asing Persis Solo, Fuad Sule, telah kembali merumput setelah menjalani masa larangan bermain yang cukup panjang. Kebangkitan ini menjadikannya salah satu momen paling dinanti dalam kariernya, terutama saat timnya bersiap untuk melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026.
Selama hampir tiga bulan absen, Fuad merasa sangat antusias untuk tampil kembali. Walaupun ia menyadari bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya optimal, tekadnya untuk memberikan yang terbaik tetap tinggi dan menyala.
“Saya sangat senang dan tidak sabar untuk kembali bermain bersama tim. Tiga bulan adalah waktu yang lama bagi seorang pemain, dan kondisi ini pastinya sangat berdampak pada performa,” ungkap Sule saat diwawancarai.
Dalam pernyataannya, Fuad menegaskan pentingnya latihan fisik dan mental demi mencapai performa terbaik. Ia mengungkapkan rasa rindu untuk terlibat dalam dinamika pertandingan yang sempat hilang selama absen.
Kembali ke Lapangan Setelah Masa Sanksi yang Panjang
Selama masa larangan, pemain berusia 27 tahun ini mendapatkan banyak waktu untuk refleksi. Ia memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan keterampilannya dan memperbaiki aspek permainan yang pernah kurang maksimal.
Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, Fuad percaya bahwa pengalamannya akan memberikan wawasan lebih saat kembali ke lapangan. Setiap latihan yang ia jalani selama masa absen berfungsi sebagai persiapan mental dan fisik sebelum pertandingan.
Ditanya tentang bagaimana ia mempersiapkan diri, Fuad menyatakan bahwa menjaga kebugaran adalah kunci. Pertandingan melawan Persebaya menjadi tantangan tak hanya untuknya, tetapi juga untuk seluruh tim, yang mengharapkan kemenangan.
Fuad merasa dukungan tim dan pelatih sangat membantu dalam proses pemulihannya. Komitmen dan saling percaya di antara rekan-rekannya membuatnya merasa lebih percaya diri menghadapi pertandingan mendatang.
Perasaan Antusias Menyambut Pertandingan Pertama Kembali
Lebih jauh, Sule pun menjelaskan bahwa ketidakpastian bisa sangat menakutkan. Ketika seorang pemain tidak bisa berkontribusi dan melihat rekannya berjuang di lapangan, rasa frustrasi pasti muncul.
Semangat juang Fuad untuk kembali ke lapangan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk timnya. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu Laskar Sambernyawa meraih kemenangan yang dibutuhkan setelah sejumlah hasil kurang memuaskan.
Pertandingan melawan Persebaya diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Persis Solo. Fuad berjanji untuk menampilkan performa terbaiknya di depan penggemar yang telah lama mendukungnya.
Harapan dan Strategi untuk Pertandingan Mendatang
Dalam wawancara, Fuad menegaskan komitmennya untuk melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Ia memahami bahwa hasil akhir tak hanya ditentukan oleh satu pemain saja, melainkan seluruh tim yang bekerja sama.
Selama persiapan menjelang pertandingan, Fuad bersama rekan-rekannya telah menjalani latihan intensif. Tim pelatih juga telah merancang strategi yang diharapkan dapat mengejutkan lawan dan membangkitkan motivasi tim.
Bagi Fuad, momen ini bukan hanya soal kembalinya ia ke lapangan, tetapi juga harapan akan masa depan. Ia sangat ingin melihat Persis Solo kembali menjadi tim kompetitif di liga dengan meraih hasil maksimal.
Dukungan penggemar menjadi faktor penting dalam pertandingan mendatang. Fuad mengharapkan kehadiran mereka bisa memberikan energi positif dan semangat yang dibutuhkan tim.
